Selasa, Juli 24, 2007

Obama Calonkan Dirinya sebagai Presiden AS

Berkampanye Keliling dengan Pesawat Obama One

Publik Indonesia memberikan perhatian terhadap Obama, terutama karena fakta dia pernah menghabiskan masa kecilnya di negeri ini.

Iwan Samariansyah
iwansams@jurnas.com

New York | Jurnal Nasional
SENATOR Partai Demokrat asal Illinois, Barack Obama, 45 tahun, akhirnya secara resmi mengumumkan pencalonan dirinya sebagai presiden Amerika Serikat, Sabtu (10/2) atau Minggu WIB. Dia menyebut Presiden Abraham Lincoln sebagai figur yang menjadi inspirasinya untuk memajukan Amerika Serikat.

Kesiapannya untuk maju dalam bursa pemilihan presiden AS dalam Pemilu 2008 itu di nyatakan di depan ribuan pendukung yang memadati tempat kampanyenya di tengah-tengah cuaca dingin menggigit di halaman gedung negara Old State Capitol, Springfield, Illinois.

Saat menyatakan pencalonannya, Obama didampingi istrinya Michelle dan kedua putri mereka, Malia (8) dan Sasha (5). Obama, keluarga dan staf kampanye tiba di Iowa dengan pesawat terbang setelah Obama menyelesaikan kampanyenya di Springfield.

Menurut para wartawan yang ikut bersamanya, pesawat tersebut disebut kru penerbangan ”Obama One”, mendekati nama pesawat resmi kepresidenan AS yang disebut sebagai "Air Force One".


Dalam pidato yang disampaikannya selama sekitar 20 menit, Obama menyatakan kekagumannya terhadap Presiden Abraham Lincoln, yang dianggapnya berhasil menyatukan bangsa Amerika Serikat yang sangat heterogen. Dia mengajak rakyat AS meneruskan perjuangan Lincoln serta melakukan perubahan.

”Kita bisa membangun Amerika yang lebih baik. Karena itu, di bawah bayangan Old State Capitol, tempat Lincoln dan DPR yang terpecah bersatu, tempat harapan dan mimpi terus ada, saya berdiri hari ini untuk mengumumkan pencalonan saya sebagai presiden Amerika Serikat,” kata Obama.

”Saya tahu, saya belum terlalu lama tahu tentang cara-cara yang dijalankan Washington. Tapi sudah cukup lama bagi saya untuk mengetahui bagaimana Washington harus menjalani perubahan,” kata Obama, yang disambut dengan teriakan dan tepuk tangan meriah para pendukungnya.

Dalam kampanye pertamanya sebagai calon presiden AS itu, Obama tampaknya tidak ingin terlalu dikait-kaitkan dengan masa kecilnya yang belakangan justru banyak ditulis oleh media massa, yaitu bahwa ia lahir dari ayah yang berasal dari Kenya serta masa kecil yang pernah dijalaninya di Hawaii ataupun Indonesia.

Ia lebih banyak menyebut asal-usul ketertarikannya menjalani pendidikan bidang hukum dan pekerjaan di bidang legislatif, serta soal kehidupannya di Illinois selama lebih dari 20 tahun, termasuk kehidupannya sebagai seorang penganut agama Kristen.

Belakangan ini publik Indonesia memberikan perhatian terhadap Obama, terutama karena adanya fakta bahwa ia pernah menghabiskan masa kecilnya di Indonesia selama beberapa tahun.

Obama, yang dilahirkan di Hawaii pada 4 Agustus 1961, pindah ke Indonesia saat dirinya berumur enam tahun dan tinggal hingga umur 10 tahun bersama ibu kandung dan ayah tirinya, Lolo Soetoro. Obama, yang pada waktu kecil di Indonesia dikenal sebagai Barry Obama tercatat pernah bersekolah di SDN Menteng dan sebelumnya di sekolah katolik Fransiskus Asisi Jakarta.

Fakta bahwa ia pernah bersekolah di Indonesia sempat menjadi sorotan negatif di AS karena ia dituding menjalani pendidikan radikal sewaktu bersekolah di Indonesia.
Rupanya Obama cukup repot untuk menepis tudingan itu. Ia bahkan harus meminta jasa Kedutaan Besar RI Washington untuk meluruskan bahwa tempatnya bersekolah bukan sekolah radikal.

Dubes RI untuk AS, Sudjadnan Parnohadiningrat, membenarkan bahwa KBRI telah menyampaikan surat tertanggal 25 Januari 2007 dari Departemen Pendidikan Nasional ke Kantor Senator Obama di Washington DC yang menerangkan bahwa SDN 04 Menteng adalah sekolah umum.

Dalam kampenyenya, Obama juga menyampaikan berbagai masalah yang perlu diperbaiki oleh AS. Ia menyebut antara lain bagaimana meningkatkan perekonomian AS di era digital, penanaman modal di bidang pendidikan, menjamin pelayanan kesehatan bagi semua warga AS, mengakhiri kemiskinan, mengurangi ketergantungan AS terhadap minyak luar negeri, serta memerangi terorisme.

Namun ia menegaskan bahwa prioritas pertama dari semua itu adalah bahwa perang di Irak harus segera diakhiri. Hal itu dikatakan Obama saat menyampaikan pidato di tempat kampanye lainnya yang digelar di Sekolah Menengah Atas Cedar Rapids di Iowa pada hari yang sama. (AFP/Reuters/NYT/ant).

Jurnal Nasional edisi 12 Februari 2007

Tidak ada komentar: