Rabu, Agustus 08, 2007

Putri Indonesia 2007 : Cerdas dan Memikat


"Seorang pengecut mati berkali-kali di sepanjang hidupnya, sedangkan seorang pahlawan hanya mati satu kali dalam hidupnya."
Itulah jawaban lugas dan tepat dari gadis ayu berusia 20 tahun, Putri Raemawasti yang kemudian terpilih menjadi Puteri Indonesia 2007. Waktu itu, puteri menjawab pertanyaan pembaca acara Ferdi Hasan yang melontarkan pertanyaan kepada dirinya tentang perbedaan antara seorang "Pahlawan" dan "Pengecut".

Bukan main. Begitu percaya dirinya mahasiswi Intitut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya semester empat itu. Cerdas dan memikat. Itulah kesan umum para juri pada malam Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia 2007, Jumat malam (3/8) pekan lalu. Dan begitulah. Tak salah kalau akhirnya, total nilainya berhasil menyingkirkan dua kandidat lainnya dalam ajang tiga besar yakni Duma Riris Silalahi (Sumatera Utara) dan Ika Fiyonda Putri (DKI Jakarta 4).

Kemampuan Putri menjawab pertanyaan dewan juri pada babak tiga besar benar-benar mencuri perhatian para juri yang terdiri dari pakar di berbagai bidang itu. Kecerdasannya terpancar keluar. Dia menjawab tanpa ragu-ragu, dan sama sekali tak takut dengan apapun pertanyaan yang dilontarkan oleh Dewan Juri. Luar biasa.

Gadis kelahiran Blitar, Jawa Timur, pada5 Desember 1986 itu juga mampu menjawab secara baik pertanyaan dari salah seorang juri, Thamrin B. Bachri (Direktorat Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata/Depbudpar) pada saat ia masuk babak 10 besar.

Thamrin yang malam itu menanyakan lima dari 10 target Millenium Development Goals (Tujuan Pembangunan Milenium /MDGs) mengangguk-anggukkan kepala seolah puas dengan jawaban Putri.

"Pertama adalah penyetaraan gender, pemerataan kesehatan, pendidikan bagi anak-anak, memerangi HIV/AIDS dengan menggalakkan penyuluhan, serta menggalang kerjasama dengan pihak swasta," ujar gadis yang hobi menari, membaca, dan olahraga ini.

Sejak duet pembawa acara Ferdy Hassan dan Nadia Mulia mengumumkan 10 besar terbaik dari 36 finalis Puteri Indonesia 2007, Putri yang sejak kecil memiliki ketertarikan di bidang pariwisata ini melenggang dengan tenang. Ia pun lantas menembus babak tiga besar dan akhirnya terpilih sebagai Puteri Indonesia 2007 menggantikan Agni Pratistha, Puteri Indonesia 2006.

Sebelumnya, dalam babak 10 besar terpilih Duma Riris Silalahi (Sumatera Utara), Ika Fiyonda Putri (DKI Jakarta 4), Elvaretta Nathania Gunawan (Jawa Tengah), Putri Raemawasti (Jawa Timur), Tri Handayani (DKI Jakarta 2), Milfa Yeni (Sumatera Barat), Yuli Ramadayanti (Kalimatan Barat), Fitri Adityasari (DKI 3), Christy Anggeline Jawiraka (Papua), dan Putri Widyasari (DKI Jakarta 5).

Jumlah ini kemudian mengerucut menjadi tiga besar setelah 10 besar finalis mendapat masing-masing satu pertanyaan dari dewan juri. Pertanyaan yang dilontarkan diantaranya seputar bagaimana finalis memandang hidup, pengetahuan tentang pemanasan global, kampanye anti narkoba, kekuatan diri seorang wanita, serta tentang nilai-nilai persahabatan.

Dari 10 besar itu akhirnya terpilih tiga besar, yakni Putri Raemawasti (20), Duma Riris Silalahi (23) dan Ika Fionda Putri (19). Dalam babak penentuan akhir ini mereka masing-masing mendapat pertanyaan yang sama yakni tentang apa artinya perbedaan "Pahlawan" dan "Pengecut".

Dalam jumpa pers usai perhelatan yang berakhir lewat tengah malam itu Putri mengungkapkan luapan kegembiraan dan rasa syukur telah terpilih menjadi Puteri Indonesia 2007. "Saya tidak menyangka akan terpilih, sebab dua orang rekan saya, Duma dan Putri sama-sama kompeten. Mereka juga memiliki kriteria 3B," ujarnya yang tampak anggun dalam balutan busana karya desainer Anne Avantie.

Kemenangannya malam itu bagi Putri adalah anugerah Tuhan yang dipersembahkan untuk daerah yang diwakilinya, Jawa Timur, untuk orang tua dan Blitar sebagai kota kelahirannya tercinta, serta teman-teman kuliahnya di ITS.

"Mereka semua yang memberi saya dukungan dan kesempatan untuk mengikuti ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2007 ini," ujar gadis yang ketertarikannya pada pariwisata berawal dari rumahnya yang berdekatan dengan kawasan wisata Malam Bung Karno di Blitar.

Terkait langkah selanjutnya setelah terpilih, Putri mengungkapkan akan berupaya sebaik-baiknya untuk menjalankan tugas sebagai Puteri Indonesia. "Tentu saja juga persiapan untuk ajang Miss Universe 2008 dengan melalui serangkaian pembekalan," ujarnya yang dalam jumpa pers didampingi Duma dan Putri.

Malam Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia 2007 dihadiri Menteri Depatemen Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI, Meutia Hatta, dan sejumlah Puteri Indonesia terdahulu diantaranya Indira Soediro, Shanti Manuhutu, Dian Khrisna, Artika Sari Devi, Nadine Chandrawinata, Agni Pratistha, Valerina Daniel, dan Rahma Alia.

Miss Universe 2007, Riyo Mori, juga tampil di penghujung acara dalam tarian singkat bersama Agni Pratistha. Malam itu keduanya terlihat anggun dalam balutan busana khusus yang dirancang oleh Anne Avantie.

Acara yang disiarkan di salah satu stasiun televisi swasta sejak pukul 21.00 WIB ini dimeriahkan penampilan Agnes Monica, Gita Gutawa, Ungu, Christoper Abimanyu, dan iringan musik Yovie Widianto.

Atas kemenangannya, Putri mendapat berbagai hadiah diantaranya sebuah mobil Suzuki Karimun Estilo. Ia juga mendapat satu unit sepeda motor Yamaha Mio, seperangkat perhiasan, tabungan, dan beasiswa sekolah.

Yang jelas, untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilihan Putri Indonesia, maka kita mendapatkan seorang perempuan yang tidak saja berwajah cantik tetapi juga berisi. Ucapannya memikat, cerdas dan punya wawasan yang luas. Bahkan bila dibandingkan para putri Indonesia sebelumnya, inilah dia putri Indonesia terbaik yang pernah ada !

Sumber : Kantor Berita Antara.

Tidak ada komentar: