Sabtu, Mei 31, 2008

Dua tahun Harian Jurnal Nasional

TAK terasa dua tahun berlalu, sejak Harian Jurnal Nasional terbit sejak 1 Juni 2006 dan diperkenalkan ke publik. Sabtu, 31 Mei 2008 ini perayaan dua tahun media tempatku bekerja digelar secara sederhana dengan menggelar acara tumpengan, makan-makan dan pentas musik di halaman kantor.

Akupun hadir bersama puluhan karyawan lainnya dan ikut serta menikmati keseluruhan acara sejak pukul 11.00 WIB hingga berakhir beberapa saat sesudah Ashar.

Yang menarik adalah kedatangan kru anak perusahaan Jurnal Nasional dari Bogor. Semangat mereka boleh juga. Mas Alfian Mudjani, bos Jurnal Bogor dengan bangga memperkenalkan para awak Jurnal Bogor yang datang lengkap dengan artis-artis dan grup band-nya.

Pada kesempatan itu diumumkan juga sejumlah nama yang berhasil memenangkan penghargaan dari PT Media Nusa Pradana, perusahaan penerbit Jurnal Nasional perusahaan sebagai karyawan teladan. Diantaranya nama-nama seperti Hikmat Suriatanujaya, redaktur Top Soccer dan Sylvia Galikano, redaktur ARTi. Sejumlah reporter dan karyawan non redaksi seperti Turyanto, Okky Puspa Madasari, Nanang Suryana, juga maju ke atas panggung menerima penghargaan berupa plakat.

Mereka patut mendapatkan penghargaan tersebut karena dianggap telah bekerja keras membesarkan Jurnal Nasional, atau memiliki karya tulis yang dianggap terbaik oleh Tim Penilai. Selamat buatdua kolegaku tersayang, Hikmat dan Sylvia. "Lumayan buat makan-makan nanti sama teman-teman," ujar Hikmat, pria yang selalu tampil riang dan penuh senyum itu.

Dalam sambutannya Pemimpin Umum Syamsuddin N Chaessy yang akrab dipanggil Pak Syam antara lain mengatakan agar semua jajaran Jurnal Nasional tetap kompak dan semangat untuk memperjuangkan hidupnya surat kabar dengan gaya jurnalisme pencerahan.

Tamu-tamu penting yang hadir diantaranya Andi Mallarangeng (juru bicara Presiden SBY), Anas Urbaningrum (Ketua Bidang Politik Partai Demokrat), dan beberapa nama lainnya. Boleh dikatakan yang datang cukup komplet, termasuk Pak Sony (mantan Pemimpin Umum) dan Taufik Rahzen (pendiri Jurnal Nasional).

Dalam situs resmi Jurnal Nasional (http://www.jurnalnasional.com) disebutkan bahwa kemunculan harian ini dilatarbelakangi oleh munculnya kegalauan masyarakat luas akan citra media yang negatif dengan tampilan berita-berita yang memprovokasi, berpotensi menimbulkan konflik yang bersifat vertikal maupun horizontal.

Di tengah kondisi seperti itu, Jurnal Nasional hadir membawa pencerahan dengan memposisikan diri sebagai media nasional yang kuat, terpercaya serta berwatak kebangsaan dengan menyajikan informasi yang substansinya menjembatani kepentingan publik dan republik secara harmonis : cerdas, segar, dan bijak, dengan isi yang tepat, akurat, dan bermanfaat.

Masih menurut situstersebut, dikatakan bahwa sejak didirikan pada 1 Juni 2006, Jurnal Nasional hadir sebagai surat kabar harian, tabloid mingguan - kini menjadi majalah dwi mingguan ARTi - , Journal Breakingnews Services (web dan mobile). Kehadirannya diperkuat pula dengan Indonesian Research and Development Institute (IRDI). Penerbitan yang paling bungsu adalah Majalah Eksplo yang dipandegani oleh Wapimred Hamid Dipopramono. Bila majalah ARTi bergerak di sektor kesenian maka majalah Eksplo bergerak di sektor pertambangan. Dua kontras yang sangat menarik.

Menurut Pak Syam, untuk terus mewujudkan Jurnal Nasional dan grup penerbitannya menjadi media yang layak dijadikan prioritas bagi pembaca dan pengaksesnya, maka seluruh jajaran Jurnal Nasional harus selalu mengadakan pemantapan jatidiri keredaksian, pengembangan produk, dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia dengan sebaik-baiknya. "Bila tidak, kita akan tergerus oleh jaman," ujarnya.

Dalam kurun waktu setahun ini, ada beberapa kemajuan yang dicapai meski tak sedikit pula yang mesti dibenahi. Terbentuknya Koperasi Karyawan Jurnal Nasional sejak 12 Juli 2007, dan disusul dengan penyelenggaraan Rapat Anggota pada awal Maret lalu merupakan satu hal yang patut dicatat. Apalagi dalam Peraturan Perusahaan disebutkan bahwa Koperasi Karyawan juga berfungsi sebagai penampung aspirasi karyawan layaknya Serikat Pekerja atau Dewan Karyawan di sebuah perusahaan pers.

Soal penghasilan karyawan (khususnya wartawan sebagai karyawan bidang redaksi) di Jurnas, mengutip survei Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang diumumkan pada awal Mei lalu maka Jurnas adalah media yang menduduki tempat kelima di bawah Bisnis Indonesia, Kompas, Kontan dan Media Indonesia sebagai perusahaan media yang mampu memberikan gaji layak pada karyawannya pada periode 2007/2008.

Selamat Ulang Tahun Jurnal Nasional, semoga makin besar, makin sehat dan makin dicintai pembacanya.

1 komentar:

agus mengatakan...

no comment.
wuzzzzzzzzzzzzz........

numpang lewat doang. hiii :)